"Kakek, lihat si Jimmy itu, keterlaluan sekali!""Nggak sopan dan nggak beretika. Sudah datang terlambat, malah ninggalin Kakek begitu saja. Kenapa sih kakek harus nikahin kakakku sama dia? Dari segi mana dia pantas dijodohin sama Kakak?"Di perjalanan, Edward terus mengomel tanpa henti tentang ketidakpuasannya terhadap Jimmy. Edgar hanya mendengarkan tanpa berkata apa-apa. Sampai Edward kehabisan kata dan berhenti sendiri, barulah Edgar berkata dengan tenang, "Sudah selesai?""Aku ...." Edward sedikit terdiam, lalu menjawab kaku, "Sudah.""Kalau sudah, sekarang dengarkan aku!" Edgar melirik cucunya dengan kesal, lalu bertanya, "Otakmu itu dipakai untuk apa? Apa kamu nggak melihat ada yang aneh?""Aneh? Aneh apa?" Edward bingung.Edgar menggeleng sambil tersenyum, lalu bertanya, "Menurutmu ... Jimmy takut sama aku nggak?"Takut?Sudut bibir Edward berkedut, wajahnya tampak muram saat berkata, "Kalau dia takut sama Kakek, mana mungkin dia berani nggak sopan begitu?""Nah, itu jawabannya
Read more