"Hah?" Jimmy tertegun, menatap Zisel dengan bingung.Zisel menelan ludah dengan susah payah, lalu berjalan mendekat perlahan. Wajahnya pucat saat berkata, "Aku ingin ... membunuhnya sendiri!"Mendengar itu, kelopak mata Jimmy langsung berkedut. Dia tertawa tak percaya. "Kamu ini kenapa sih?""Kamu yang kenapa!" Zisel langsung membalas dengan kesal, lalu berkata dengan gugup, "Aku cuma ingin tahu ... kalau orang lain mau membunuhku, apakah aku berani membunuh orang itu."Begitu ya? Jimmy berpikir sejenak, lalu mengangguk. "Kalau kamu mau coba, silakan saja."Sambil berkata begitu, Jimmy memukul Nirvan hingga pingsan dengan satu telapak tangan.Melihat Nirvan terjatuh lemas ke tanah, Zisel memberanikan diri maju, lalu bertanya dengan ragu, "Gi ... gimana cara membunuhnya?"Jimmy tersenyum santai. "Aku nggak bawa pisau. Kamu bisa mencekiknya, menghantamnya dengan batu, atau menabraknya pakai mobil.""Ini ...." Wajah Zisel semakin pucat. Dia hanya berdiri terpaku.Bagi Jimmy, ini mungkin m
Magbasa pa