Amarah Habibi berkobar. Dia menggertakkan gigi dan menggeram pelan, "Kalau aku tetap ingin membalas setimpal, gimana?""Kalau begitu, tanya dulu padaku!" Raut wajah Yasmin langsung menjadi dingin. "Habibi, jangan nggak tahu diri!""Itu juga yang ingin kukatakan!" Habibi menggeram garang, "Jimmy pasti akan kuhancurkan!"Wajah Yasmin langsung dipenuhi hawa dingin. "Kamu cari mati!"Habibi mengepalkan tangan dengan erat, wajahnya tampak muram saat berkata, "Sudah lama aku mendengar reputasi Jenderal Yasmin, aku juga ingin belajar langsung darimu!""Bagus!" Saking marahnya, Yasmin malah tertawa sinis. "Ayo maju kalau begitu!""Maafkan aku!" Habibi menggeram, lalu lebih dulu melancarkan serangan ke arah Yasmin. Jika dia tidak menekan kesombongan Yasmin, wanita itu pasti akan mati-matian melindungi Jimmy!Yasmin memang sulit dihadapi, tapi Habibi juga bukan orang sembarangan!Begitu Habibi bergerak, pertempuran sengit langsung pecah. Meski Yasmin seorang wanita, serangannya sangat kuat dan g
Magbasa pa