Mendengar itu, Helena pun tercengang. Tentu dia kesal. Benar, salah satu fungsi Helena untuk Davidson memang seperti itu, tetapi apakah salah jika Davidson mencoba untuk menahan ucapan yang tidak masuk akal itu. “Paman, kalau Paman tidak bisa menj—” Belum sempat Helena menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Davidson mencium bibir Helena. Bukan ciuman biasa, ciuman itu sangat liar sehingga hawa panas yang keluar dari tubuh Davidson seolah terserap lewat pori-pori dan gerakan pada bibir itu. Helena tidak bisa hanya diam. Dia menahan Davidson untuk berhenti. Davids menatap kesal, lagi-lagi Helena akan menggunakan berbagai macam alasan untuk menolaknya. Sebelum Davidson salah paham, Helena segera membuka mulut untuk bicara, “Paman, di saat demam tinggi seperti ini... tolong utamakan tubuh Paman dulu.” Davidson mendesah kesal, pasrah, dan menurut atas apa yang Helena ucapan. Tidak ada alasan j
Last Updated : 2025-12-15 Read more