Sudut Pandang Abigail:Aku tak bisa menahan air mata saat mendengar kata-kata itu dari pria yang dulu pernah mengkhianatiku.Apakah dia benar-benar mencintaiku? Apakah dia benar-benar menyesali semuanya dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi? Aku tidak tahu lagi. Namun yang aku tahu, aku bahagia mendengar semua yang dia katakan. Aku bahagia setiap kali dia mengatakan bahwa dia mencintaiku."Ryan, aku nggak tahu. Aku takut," jawabku sambil meneteskan air mata.Dia menggelengkan kepala dan menggenggam kedua tanganku."Abigail, tolong, percayalah padaku. Aku janji kamu nggak akan pernah mengalami lagi apa yang pernah kulakukan sebelumnya. Aku akan mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Aku akan melindungimu dengan segala yang kumiliki," jawabnya. Aku tak bisa menahan diri untuk memeluknya."Aku nggak tahu. Aku masih cinta kamu. Meskipun kamu telah melakukan kesalahan padaku, aku tetap nggak bisa lupain kamu. Aku memaksa diriku untuk melupakanmu, tapi aku nggak bisa. Kamu masih satu-satun
閱讀更多