Arman membeku di tempatnya, dokumen-dokumen di tangannya bergetar hebat. Wajahnya, yang biasanya memancarkan arogansi tak tertandingi, kini dipenuhi campuran kengerian, amarah yang membara, dan ketidakpercayaan yang pahit. Di tengah ballroom yang megah, semua mata tertuju padanya, menyaksikan kejatuhan seorang tiran tanpa suara."Bohong... Ini... ini semua palsu!" raungnya, suaranya serak dan hampir tak dikenali. Ia meremas kertas-kertas itu dengan putus asa, mencoba merobeknya, tetapi dokumen hukum itu dicetak di atas kertas tebal yang menolak untuk dihancurkan semudah itu.Juno hanya menatapnya dengan tenang, senyum tipis yang berbahaya bermain di bibirnya. Ia tahu, di balik gertakan kasar Arman, ada kepanikan yang luar biasa. Rahasia yang selama ini ia yakini aman, kini terbongkar di depan semua orang. Bukan oleh Vivian, bukan oleh musuh bisnisnya, melainkan oleh pemuda yang selama ini ia anggap hanya sebagai batu sandungan kecil."Pemalsuan, Tuan Arman?" tanya Juno dengan nada men
Last Updated : 2025-12-04 Read more