Pada saat itu, di tengah cahaya itu, Che Hou, sesepuh Klan Che, berdiri di sana. Temperamennya telah mengalami transformasi total, seperti senjata ilahi yang dingin, sangat dingin hingga menakutkan. Sekarang, dialah senjata ilahi itu, dan senjata ilahi itu adalah dirinya sendiri. Klan Che, melalui upaya turun-temurun dan kekuatan gabungan seluruh klan, menempa senjata ilahi yang tak tertandingi. Namun pada akhirnya, senjata itu menjadi bumerang dan menghancurkan Klan Che. Obsesi para anggota kuat Klan Che juga memengaruhi senjata ilahi tersebut, sehingga akhirnya semua ini membentuk kondisi dirinya saat ini. Statusnya sebagai Che Hou tidak lagi seperti dulu. Cahaya tak berujung memancar darinya, berubah menjadi dunia emas yang membentang di tanah. Tak lama kemudian, istana-istana emas muncul dari sekelilingnya, menyebar ke segala arah menjadi kastel-kastel besar, berdiri seperti Klan Che di masa lalu. Setelah kehancuran Klan Che, ia ingin membangunnya kembali. Sekarang ia ada
Read more