Malam ini terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Celina berdiri lama di depan jendela kamar, memandangi taman di seberang kamarnya. Lampu-lampu taman menyala redup, menciptakan bayangan panjang dari pepohonan yang bergoyang pelan tertiup angin malam.Rumah sebesar ini seharusnya membuat Celina merasa aman. Tapi beberapa malam terakhir justru terasa seperti penjara yang membelenggu.Sejak pertemuannya dengan Daniel di rumah kaca, Celina tidak bisa tidur nyenyak. Setiap kali memejamkan mata, bayangan itu selalu kembali.Memori itu datang bak teror di malam hari. Mulai dari sentuhan, nafas hangat di telinga hingga lembutnya bibir Daniel yang memaksakan ciuman padanya.Celina menggeleng pelan, berusaha menyingkirkan ingatan itu. "Aku harus berhenti memikirkannya ..." gumamnya lirih.Tapi semakin Celina berusaha melupakan, semakin kuat pula ingatannya bercokol. Sejujurnya, Celina takut terjerat dalam lingkaran asmara tabu. Ia tak ingin menghancurkan segalanya yang telah diraih saat ini.C
Ler mais