“K-kau …,”Dua wanita cantik saling menatap dengan pikirannya masing-masing. “Kau yang mencuri identitasku. Jadi Daniel yang …,”Wanita cantik itu terkekeh, “aah, aku ketahuan.”Wanita itu tersenyum tipis. Senyum yang sama—yang terekam di CCTV—dingin, penuh kemenangan, dan menjijikkan.“Irene Walsh,” ujarnya santai, melangkah mendekat dengan percaya diri.Tumit sepatunya berdetak pelan di lantai, seolah sengaja menekan setiap detik yang terasa mencekik. “Aku sudah menduganya, wanita sehebat kau pasti akan langsung mengenaliku.”Celina menegakkan tubuhnya perlahan. Meski jemarinya masih gemetar, dagunya terangkat, menjaga martabatnya yang tersisa.“Orang yang menyelinap masuk ke wilayah orang lain tanpa izin … biasanya bukan seseorang yang pantas dikenali. Apalagi kau, menggunakan identitasku. Itu adalah pelanggaran hukum berat.” balasnya dingin.Irene terkekeh kecil. Ia berhenti hanya beberapa langkah dari Celina, memandangnya dari atas ke bawah dengan tatapan menghina.“Wilayah?” ul
Ler mais