Pria tua itu sangat bahagia mendengar kata kakek yang keluar dari mulut Natasya. Syukurlah cucu yang telah dia telantarkan dan sia-siakan ternyata mau memaafkannya. Setelah melepas pelukan mereka, Pak Sanjaya menatap Asti Ibu Natasya saat ini juga pindah ke rumahnya. Asti menolak rumah ini adalah kenang-kenangan suaminya jadi dia tidak bisa pindah ke rumah Pak Sanjaya. “Asti aku tahu rumah ini begitu berharga bagimu namun Natasya lebih baik tumbuh di lingkungan yang bagus, di rumah yang nyaman supaya dia belajar dengan enak pula.” Bujuk Pak Sanjaya. Ucapan Pak Sanjaya membuat Asti mengangguk, memang benar lebih baik Natasya tinggal di rumahnya dengan begitu baik dari segi makanan, lingkungan, tempat tinggal semua tercukupi di sana. “Kalau Ibu nggak mau Natasya juga nggak mau,” ujar gadis itu. Asti tidak memiliki pilihan selain menerima tawaran Pak Sanjaya, baginya yang terpenting adalah Natasya. Saat itu juga Pak Sanjaya membawa Natasya dan Asti pindah ke rumahnya. Sebelum sa
Terakhir Diperbarui : 2025-12-09 Baca selengkapnya