Beberapa menit berlalu dalam pelukan. Natasya mulai merasa lebih tenang. Detak jantungnya yang tadinya berpacu cepat karena cemas, perlahan mulai kembali normal. Kehangatan tubuh Aron memberikan rasa aman yang dia butuhkan."Sudah lebih baik?" tanya Aron sambil mengusap punggung istrinya lembut.Natasya mengangguk di dada suaminya. "Iya. Maaf ya Mas, aku terlalu berlebihan.""Tidak apa-apa. Itu wajar kok," Aron mengecup puncak kepala Natasya. "Yang penting sekarang kamu sudah tenang."Natasya melepaskan pelukannya, menatap wajah suaminya. "Kamu benar. Itu cuma ramalan. Belum tentu terjadi.""Nah, begitu dong. Istriku yang pintar," puji Aron sambil mencubit hidung Natasya pelan.Natasya tersenyum tipis. "Lagipula, meskipun ada masalah nanti, kita pasti bisa mengatasinya bersama kan?""Tentu saja. Kita tim yang solid," Aron menyeringai."Terima kasih sudah menenangkanku, Mas," ucap Natasya tulus."Sama-sama, sayang," Aron mengecup bibir istrinya sekilas.Natasya membalas ciuman itu deng
Terakhir Diperbarui : 2025-12-27 Baca selengkapnya