"Hi!" Suara sapaan itu terdengar begitu dekat, memecah kepanikan batin yang sedang berkecamuk di dalam kepala Edric. Edric tersentak kecil, refleks mengalihkan pandangannya dari Vega. Namun, sosok yang berdiri di hadapannya bukanlah Vega, melainkan seorang gadis cantik bergaun merah muda dengan senyum lebar yang sangat familiar. "Rexana?" desis Edric, menaikkan sebelah alisnya terkejut. "Lu di sini juga?" "Ya iyalah, Papi gue kan rekan bisnis Papi lu, Ed," sahut Rexana riang. Gadis itu adalah teman SMA Edric yang cukup dekat. Sering nongkrong bareng dulu. Mata Rexana langsung berbinar begitu melihat makhluk mungil di dekapan Edric. "Ih, demi apa?! Ini Baby Maya, kan? Ya ampun, lucu banget pake gaun marun mungil begitu! Sini, Ed, gue mau liat!" "Lucu kan? Adek gue gituloh," ujar Edric, mendadak bangga memamerkan adiknya. "Boleh gue pegang tangannya gak? Ih gemes banget, pipinya kayak bakpao!" Rexana mencubit gemas udara di depan wajah Baby Maya, membuat bayi itu tertawa
Terakhir Diperbarui : 2026-07-19 Baca selengkapnya