Suara gemericik air dari pancuran bilik mandi baru saja terhenti ketika Keiron keluar dengan handuk melilit di pinggangnya. Rambut hitamnya yang setengah basah dibiarkan berantakan, meneteskan sisa air ke atas bahu tegapnya. Ia melangkah mendekati tempat tidur king size di mana Salsa sedang duduk bersandar sambil melipat pakaian hangat hasil perjalanan mereka kemarin. Keiron mendudukkan dirinya di tepi ranjang, menatap istrinya lekat-lekat sebelum meraih jemari manis Salsa. "Sal," panggil Keiron dengan suara berat dan serak khasnya. Salsa menghentikan tangannya, lalu mendongak menatap suaminya. "Kenapa, Mas?" Keiron menghela napas pendek, mengusap punggung tangan Salsa dengan ibu jarinya. "Aku mikirin soal pernikahan kita. Selama ini kita jalan keluar selalu kucing-kucingan. Waktu bulan madu kemarin aja kita harus pakai kacamata hitam, topi, sampai nyari rute sepi cuma demi terhindar dari kamera wartawan. Aku ngerasa gak bebas banget ngajak kamu jalan." Salsa tersenyum tipis,
Terakhir Diperbarui : 2026-08-01 Baca selengkapnya