Dering ponsel membuat Shanina tersentak kecil, dia lantas menghentikan kegiatannya merangkai buket bunga untuk mengisi waktu, lalu mengangkat telepon tersebut. Melihat nama bibinya, Shanina mengambil napas sejenak. Mendekatkan ponselnya ke telinga, suara Amela yang sangat ia kenal terdengar. "Bagaimana kabarmu?" Shanina tahu bukan dirinya yang ditanyakan, melainkan bayinya. Ia mengusap perutnya yang kini sudah sedikit menonjol. "Baik, Bi." "Kenapa kau belum mengirimkan uangnya?" Shanina sudah menduganya. "Aku masih mengusahakannya, tolong tunggu sebentar lagi, Bibi. Bukankah uang yang kuberikan waktu itu cukup banyak?" "Sampai kapan, Nina? Uang banyak bukan berarti tidak bisa habis. Uangmu hanya cukup untuk membayar biaya selama empat bulan, kami juga perlu makan! Kami sudah tua, Nina, sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Sudah sepatutnya kau membalas Budi pada kami." Shanina diam seribu bahasa. Dia tidak memiliki apa-apa. Masih untung keperluannya selama hamil, sepert
Última atualização : 2025-12-09 Ler mais