Shanina menatap sekeliling yang ramai, lampu disko, musik keras, dan bau alkohol membuatnya semakin mual. Ia pikir suasana di kelab malam pasti akan seperti itu, maka itu tidak cocok untuknya yang menyukai suasana tenang, misalnya hujan di pagi hari disertai Guntur. Shanina melangkah pergi, sebuah ringisan terlihat di wajahnya, kaki kanannya baru terasa sakit sekarang setelah memapah gadis bernam Corrine tadi. Sebelum kembali ke kamar, ia melangkah menuju dapur, air minum di kamarnya habis. Selagi berada di luar kamar, ia akan mengambilnya. Ternyata area dapur juga dijamh oleh teman-teman Kayasn, setiap sudut dapur yang luas dipenuhi berbagai macam manusia. Beberapa orang menatapnya kala ia datang. Shanina mengabaikannya dan buru-buru membuka kulkas, mengambil air dingin. Baru saja ia mengambil sebuah botol berisi air putih, seseorang mendorong bahunya ke samping. Shanina tidak siap, tubuhnya jatuh ke samping membentur lantai, membuat beberapa wanita yang melihatnya memekik terkej
Last Updated : 2025-12-05 Read more