Guyin terkejut, dia segera mendekatinya dan berniat membantunya untuk berdiri. Lian tertawa lalu menepisnya. “Jangan sentuh aku!” tolaknya. “Kamu-kamu sungguh sakit? Apa ini karena racun kemarin?” tanyanya bingung. “Dupa di dalam kamarku seharusnya tidak memberikan pengaruh sebesar ini padamu, aku yakin ada masalah lain,” ujarnya untuk meluruskan situasi. Guyin memang menggunakan obat khusus untuk melemahkan kondisi Lian tapi tidak untuk mencelakainya. Lian tidak ingin bicara, dia berdiri dengan susah-payah. Guyin terlihat sangat mencemaskan kondisinya. “Katakan padaku, bagaimana aku bisa membantumu pulih?” Lian tertawa tanpa suara. “Guyin, apa kamu masih tidak tahu? Ini adalah hukuman langit!” Lian menunjuk ke atas. “Hukuman langit? Apa maksudmu?” “Sudahlah, Guyin, kamu tidak akan pernah mengerti ....” Lian berjalan sempoyongan seperti orang mabuk. Sebelum dia jatuh ke lantai,
Last Updated : 2026-02-15 Read more