Beranda / Historical / Legenda Permaisuri Langit / Bab 57 Sihir api langit

Share

Bab 57 Sihir api langit

Penulis: Jackie Boyz
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-21 08:49:16

“Kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Lian seraya mengukir senyum lalu membungkuk dan menyentuh puncak kepalanya.

Raja serigala langsung duduk dengan patuh sambil memejamkan kedua matanya. Dia merasa nyaman dengan usapan lembut Lian.

“Yang-mulia, pria tadi berasal dari klan iblis. Dia adalah musuh Dewa Naga Long, Anda melindunginya seperti ini, apakah tidak apa-apa?” tanyanya.

Lian menghela napas panjang. “Dia adalah temanku,” jawabnya.

<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 60 Sulit dipercaya

    Guyin menundukkan kepalanya. Dia melepaskan genggaman tangannya dari bahu Lian lalu memutar badan berjalan pergi menuju ke pintu gua. “Guyin! Kamu mau pergi ke mana?” “Keluar dari sini, ke mana lagi menurutmu?” “Aku menggunakan api langit untuk mencegah orang masuk dan keluar!” Teriak Lian padanya. Langkah Guyin terhenti lalu dia menoleh. Guyin menatap Lian dengan tatapan mata penuh kebencian. “Kamu ingin memenjarakanku di sini? Lian, apa aku salah sudah mempercayaimu? Jika benar demikian maka biarkan saja aku hangus terbakar!” ujarnya seraya berniat menerobos pembatas pintu. Lian melesat dan menarik bahunya lalu melemparkannya ke tepi, tubuh Guyin jatuh terbanting ke samping membentur dinding gua. Pria itu memuntahkan darah dari mulutnya. “Kamu tidak bertanya alasanku tapi malah ingin langsung menerobos? Guyin aku tidak tahu otakmu ternyata begitu sempit!” Lian

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 59 Aku meragukanmu

    Wu’er memutuskan pergi meninggalkan dasar jurang dan menyusul Long wang ke alam spiritual. Saat dia tiba di sana, dia melihat Long wang sedang berada di dalam aula istana untuk membahas politik dengan Raja Weihong.Wu’er memutuskan untuk berjalan—jalan di sekitar istana. Kebetulan dia melihat Rong’er sedang ditemani oleh pelayannya, mereka mengobrol di taman. “Belakangan ini aku tidak melihat Wu’er, apa kamu sempat melihatnya? Sejak kembali dari lembah obat dia sepertinya menghilang,”“Nyonya, sepertinya dia memang pergi, aku juga tidak melihatnya baru-baru ini,” sahut pelayan Rong’er.“Apa mungkin dia menyebabkan masalah lalu Yang-mulia mengusirnya? Tidak mungkin! Dia adalah pelayan kepercayaan Lian, mana mungkin Yang-mulia menyuruhnya pergi,”Ruyu menggelengkan kepalanya dia memang tidak tahu apa-apa tentang Wu’er.“Apa jangan-jangan dia kabur karena permintaan Selir Zu waktu itu? Aku tidak tahu sejak kapan Zuxi begitu percaya

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 58 Master racun nomor satu dari alam dewa

    Sampai Lian kembali ke gua, Wu’er baru berdiri dan pergi menghampirinya. “Yang-mulia Selir!” serunya dengan gembira. Lian mengukir senyum pada awalnya tapi ketika mendengar Wu’er memanggilnya begitu senyum di bibirnya langsung sirna. “Maksudku, Lian ....” ralat Wu’er, di genggaman tangan Lian ada beberapa jenis herbal. Tatapan mata Wu’er tertuju pada tanaman di dalam genggaman Lian. “Nyonya ingin membuat obat?” tanyanya seraya mengekornya masuk ke dalam gua. Di dalam gua, Wu’er melihat Guyin sedang berbaring. Kondisinya tampak sudah lumayan membaik. Wu’er bisa mengetahui Raja iblis itu terluka parah dan hampir saja kehilangan nyawa jika Lian tidak membantu memulihkan kondisi luka dalam di tubuhnya. Lian menggerus obat, dia memiliki beberapa peralatan khusus dalam kantong kecilnya. Benda-benda itu bisa berubah ke ukuran semula jika keluar dari dalam kantong. Kantong itu sebelum

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 57 Sihir api langit

    “Kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Lian seraya mengukir senyum lalu membungkuk dan menyentuh puncak kepalanya. Raja serigala langsung duduk dengan patuh sambil memejamkan kedua matanya. Dia merasa nyaman dengan usapan lembut Lian. “Yang-mulia, pria tadi berasal dari klan iblis. Dia adalah musuh Dewa Naga Long, Anda melindunginya seperti ini, apakah tidak apa-apa?” tanyanya. Lian menghela napas panjang. “Dia adalah temanku,” jawabnya. Raja serigala terkejut dan mengeluarkan kukunya. “Yang-mulia Permaisuri Langit, apakah Anda membelot dan menjadi musuh alam dewa? Apakah Anda ingin kedamaian di empat alam ini hancur?” tanyanya dengan tatapan mata curiga. Lian terlihat santai, dia masih mengukir senyum lalu duduk di samping Raja serigala dan memeluk tubuhnya. “Ya-yang mulia! Jawablah pertanyaan saya, ke-kenapa Anda merendahkan diri seperti i-ini? Jika Dewa Naga Long melihatnya saya khawatir bel

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 56 Terluka parah

    “Pembunuh bayaran tingkat master dari klan iblis? Ning’an mengirim pembunuh untuk membunuh siapa? Pembunuh dengan kekuatan tingkat master? Pasti orang yang ingin dibunuhnya bukan orang biasa .... apa Ayahnya mengirim pesan melalui pembunuh bayaran? Tidak-tidak mungkin!” Setelah sepanjang hari dia disibukkan dengan drama Ning’an yang berniat membakar kediaman permaisuri, sekarang Guyin baru mengerti dan dia langsung berdiri dari kursinya, Guyin tiba-tiba teringat dengan Lian. “Li-lian?” Guyin melesat, dalam hitungan detik dia sudah tiba di tepi tebing di mana Lian mencari herbal pagi ini. Di sana tidak ada tanda-tanda pertempuran, tapi Guyin menemukan beberapa tetes darah. Sebelum jatuh ke dasar jurang, Lian memang memuntahkan darah lalu kehilangan keseimbangannya. “Ning’an, berani-beraninya kamu!” Guyin mengepalkan telapak tangannya. Dia melesat kesana-kemari untuk menemukan jejak Lian. Guyi

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 55 Hadiah di balik sebuah petaka

    Wu’er sengaja dikirim Lian pergi ke lembah obat agar semua rekan-rekannya tidak terlalu mencemaskannya. Semua orang di lembah obat menatap Wu’er yang datang membawakan keranjang berisi tanaman herbal langka. Isinya cukup banyak dan mereka semua tahu kalau tanaman itu tidak mudah didapatkan. Setiap jenis tanaman pasti dijaga oleh binatang buas tingkat master. Wu’er tidak diizinkan pergi, pelayan tersebut duduk di tengah-tengah rekan Lian. Zaochang juga datang untuk melihat hadiah apa yang dibawakan pelayan Long wang. “Kamu yakin Lian sendiri yang memetik semuanya?” Tanya Zaochang dengan tatapan mata tidak percaya. Wu’er menganggukkan kepalanya. “Tentu saja! Nyonya-em, maksudku Lian sendiri yang memintaku mengantarkan keranjang ini ke lembah obat! Dia-dia memetik semuanya dengan tangannya!” Xingxing tahu tanaman apa saja yang biasa ditemukan Lian, cukup langka dan pasti hanya tanaman gunung buk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status