Keheningan jatuh di antara mereka seperti tirai berat.Angin berembus dari jendela tinggi, menggoyangkan tirai dan ujung gaun Elyse. Jester mematung, seolah baru saja dihantam kenyataan yang selama ini ia tolak.“Kau merendahkanku,” bisiknya.“Aku hanya mengatakan kenyataan,” jawab Elyse. “Kau ingin aku setia pada keluargamu, sementara kau sendiri tak pernah benar-benar setia padaku.”Ia menatap Jester dengan mata yang jernih, tanpa amarah, hanya kelelahan yang dalam.“Aku tidak mengkhianatimu,” lanjutnya lirih. “Aku hanya berhenti mengkhianati diriku sendiri.”Jester membuka mulut, ingin membantah, ingin memanggil namanya, ingin menariknya kembali ke masa lalu. Namun tak satu pun kata berhasil keluar.Elyse menarik napas dalam-dalam.“Aku tidak akan hidup sebagai perempuan yang terus menunggu cinta yang tidak pernah sepenuhnya menjadi miliknya,” katanya. “Dan aku tidak akan meminta maaf karena memilih diriku sendiri.”Ia berbalik.Gaunnya menyapu lantai marmer ketika ia melangkah per
Last Updated : 2026-02-05 Read more