Kalimat itu jatuh seperti batu ke dalam air yang tenang sunyi, namun gelombangnya terasa menyebar ke seluruh halaman.Albert mengangkat wajah sedikit, keterkejutan samar terlihat di matanya. Bukan karena ia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi karena mendengar Jester sendiri mengucapkannya membuat semuanya terasa jauh lebih nyata.Ia segera kembali menunduk.“Baik, Yang Mulia.” Namun sebelum Albert berbalik, Jester kembali berbicara. “Tidak perlu menyembunyikan apa pun.”Suaranya datar, namun kelelahan yang dalam terdengar jelas.“Katakan apa adanya. Dia melompat setelah perdebatan kami.”Albert terdiam sesaat, lalu mengangguk lebih dalam.
Read more