Semua orang kini menatap Elyse.Ia berdiri di tengah ruangan, tenang, dengan kedua tangan terlipat di depan tubuhnya. Tatapannya menyapu mereka satu per satu, Oscar, Calvin, Adrien, dan Viscount Katris seolah memastikan tidak ada satu pun yang menghindar dari keputusan yang baru saja ia bentangkan di hadapan mereka.“Aku memberi kalian pilihan,” ucap Elyse akhirnya, suaranya jernih dan tidak tergesa. “Jika kalian menginginkannya, maka kalian bisa menguasai seluruh jaringan ini. Namun jika tidak… kalian bisa menghancurkannya.”Kalimat itu jatuh seperti dua pintu yang dibuka sekaligus: satu menuju kekuasaan, satu menuju kehancuran.Oscar mengangkat alisnya perlahan. “Namun pada akhirnya,” katanya hati-hati, “semua ini akan menjadi aset kekaisaran yang kami kelola, bukan?”Elyse tersenyum tipis, bukan senyum manis seorang bangsawan perempuan di pesta perjamuan, melainkan senyum seseorang yang telah menghitung langkahnya jauh ke depan.“Tentu saja,” jawabnya. “Itulah gunanya kerja sama, D
최신 업데이트 : 2026-02-02 더 보기