“Tidak, Dario. Kau berjanji tak akan menemuinya.”“Bukan tidak akan, tapi belum.”Rhea menyentakkan tangan Dario di pinggangnya.“Dan percayalah, satu-satunya hal yang menghalangiku menampakkan diri di hadapannya hanya apa yang sudah kujanjinkan padamu. Aku tak suka berhutang apa pun.”Kelegaan mulai mengaliri dadanya. Meski kepercayaannya terhadap Dario setipis tisu, setidaknya ia tak akan bermain-main dengan emosi pria itu. Menuruti apa pun yang diinginkan Dario darinyalah satu-satunya jalan agar pria itu tidak menggila.“Lalu untuk apa kau ke rumah sakit.”“Mengambil hasil tes anakmu. Ah, anak kita.” Dario menarik tubuh mereka agar lebih merapat. Karena kali ini ia menggunakan sopir, ia bisa menyibukkan diri dengan wanita ini. “Hasilnya sudah pasti, kan?”Rhea tak bisa mengelak. Sopir yang bergerak memutar cermin ke arah lain dan fokus ke arah jalanan, makan Dario akan fokus pada dirinya.***
Last Updated : 2025-12-17 Read more