Brianna menyentuh sekilas pipinya sementara di hadapannya Leon tampak tertawa. Brianna bersumpah pria itu seribu kali lipat lebih tampan saat senyum terkembang di sudut bibirnya seperti sekarang ini. “Bercanda,” kata Leon. “Kamu lucu sekali, pipimu merah seperti jus yang dibawa Declan.” Leon mengedikkan dagunya pada seorang mahasiswa yang berjalan di parkiran. Di tangannya ada sebotol jus yang berwarna merah, yang disamakan Leon seperti rona di pipi Brianna. Brianna mendorong napasnya, gugup sampai rasanya nyaris mati. “Ayo,” ajak Leon seraya berjalan lebih dulu. Diikuti Brianna yang mengikutinya, mencuri pandang pada Leon yang mengatakan, “Aku melihat nomor ponselmu di form pendaftaran, boleh aku simpan?” “B-boleh.” “Setelah SMA, kamu ada rencana masuk ke universitas mana?” Leon menoleh pada Brianna, matanya yang biru berkilauan menerpa dan memanggil detak-detak di dada. “Di sini, di Ashford,” jawabnya. “Mengambil hukum?” Brianna menggeleng, “Tidak.” “Bukannya
Read more