"Oh, rumah ini ramai sekali, seperti pasar," ujar Tika dengan nada tidak suka.Bahkan tatapan matanya tampak sinis melirik ke arah Selena. Karena jelas, kehadiran Selena di rumah itu membuat rumah mereka jadi ramai."Kamu itu kenapa, Tika? Ini kan rumah Bapak dan Ibu. Wajarlah kalau cucu-cucunya berkumpul dan ramai. Mereka aja senang melihat kita kumpul di sini," ujar Yuni."Ye, kalian enak datang aja. Nanti pulang meninggalkan rumah yang berantakan, piring-piring kotor. Terus yang mencucinya balik lagi itu yang di rumah ini," jawab Tika."Ya, Bi. Kami nanti akan cuci sebelum pulang," jawab Nisa."Kalian itu hanya omong doang. Seringnya begitu, kalian hanya numpang mau berantakan saja."Selena menatap Tika bingung. Dia merasa tidak enak juga karena anak-anaknya membuat rumah berantakan."Aku bisa kok, Bi, nanti membereskannya," sahut Selena."Ya memang haruslah. Jangan kayak ibu kamu. Ibu kamu itu, kata nenek, sangat pemalas. Makanya masih muda memilih merantau ke kota, mau sok kekota
Terakhir Diperbarui : 2026-07-03 Baca selengkapnya