"Iya, begitulah. Sekali-kali jadi peri takut dengan cahaya," ujar Selena sambil tersenyum.Selena tidak marah pada Tyas. Dia tahu itulah cara komunikasi Tyas yang masih sedikit buruk, tapi sekarang sudah lebih baik. Dia sudah mau datang ke rumah Selena tanpa dipaksa oleh Pak Benny."Tyas, kamu tunggu aja dulu, ya. Kalau mau makan langsung aja ke dapur, ada Bi Ratih. Atau bisa main sama Aksa sama Ibu di sebelah sambil menunggu Haisa pulang sekolah," ujar Haris."Main keluar boleh nggak?" tanya Tyas santai."Mau ke mana?" tanya Haris lagi."Ke mal aja, arena bermain.""Boleh, tapi sama Raga aja, ya. Sekalian setelah Bintang pulang.""Oke. Kebetulan aku nginep di sini tiga hari, kan. Besok Sabtu, lanjut Minggu," jawab Tyas."Terima kasih, ya," ucap Haris tersenyum."Yoi, no problem. Aku mau ke Aksa aja. Nanti ikut meleleh kalau dekat Selena."Haris hanya tersenyum dan mengangguk. Ia ingin menegur Tyas karena hanya memanggil Selena tanpa embel-embel kakak, namun Selena menahannya dan meng
Terakhir Diperbarui : 2026-06-27 Baca selengkapnya