Awalnya, si anak nakal itu cemberut. Wajahnya menekuk, malas harus bolak-balik ke pekarangan setelah lelah menyetir seharian. Namun, ekspresi enggan itu lenyap dalam sekejap mata ketika Sulin melangkah mendekat.“Biar aku temani Kak Irman,” ucap Sulin lembut dengan senyuman manisnya yang polos.Mendengar tawaran itu, Irman seketika menegakkan punggung. Semangatnya mendadak berkobar bagai api berkekuatan 45.“Oh, siap! Mari, Dek Sulin, biar Abang tunjukkan mobilnya. Mobilnya keren loh, kayak yang punya,” cerocos Irman penuh percaya diri, langsung melesat keluar kamar dengan langkah ringan seolah rasa lelahnya menguap begitu saja.Di dalam kamar, Bulan memanfaatkan momen itu untuk mendekati ranjang ayahnya. Dengan suara lirih namun penuh hormat, Bulan menjelaskan secara singkat siapa sebenarnya Rasman dan Irman.Begitu mendengar nama belakang 'Dewantara' disebut oleh putrinya, gurat ketegangan di wajah Ukai perlahan mencair.Sepasang mata tuanya menyiratkan rasa lega yang teramat sangat,
Last Updated : 2026-10-08 Read more