'Apa dia nggak punya otak? Sudah menyinggung Pak Ray, masih berani telepon aku? Bukankah itu sama saja mencelakakan aku?'"Pak Rizky sudah serius sekarang. Bocah, tunggu saja kematianmu! Pengeras suaranya sudah aktif, Pak Rizky. Silakan bicara langsung dengan bocah ini."Wajah Rudy dipenuhi kegembiraan karena merasa balas dendamnya akan segera terwujud. Dia tidak sabar menyalakan pengeras suara. Bahkan Danta yang berada di sampingnya juga tidak bisa menahan diri lagi. Dia ingin kembali bersikap sombong di depan Ray dan Mayumi."Kalian berdua sialan ...."Namun sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, suara panik Rizky sudah terdengar dari telepon."Apakah ini Pak Ray?""Ya, aku sendiri." Aku tersenyum lalu berkata, "Rizky, lama nggak ketemu.""Hehe, benar, benar! Kalau Pak Ray berkenan bertemu denganku, itu sebuah kehormatan bagiku!" Di ujung telepon, Rizky berbicara dengan sangat hormat, "Besok aku akan datang ke Rising Dragon untuk mengunjungi Bapak!""Tapi sekarang, izinkan aku
Baca selengkapnya