"Bu Arney, aku sudah menyelamatkanmu lagi. Jadi, kamu mau membalas budi dengan kejahatan, atau bagaimana rencanamu berterima kasih padaku?"Aku tersenyum, lalu berjalan ke atas panggung sambil menatap wajah cantik Arney yang dipenuhi ekspresi rumit."Aku ...."Saat menatap pria yang berada begitu dekat di hadapannya, jantung Arney berdegup kencang tanpa bisa dikendalikan. Tenaganya sudah hampir habis. Dia benar-benar ingin menemukan seseorang untuk bersandar, agar dia tidak perlu terus bersikap tegar dan bisa beristirahat seperti wanita biasa untuk sementara.Sosok tempat bersandar itu adalah Ray yang berada tepat di depannya.Namun, ketika sudut mata Arney menangkap sosok Bella yang berdiri di tengah aula samping, dia langsung memaksa dirinya menghentikan pikiran itu.'Aku nggak menyangka, ternyata ada ahli selevel denganku di sisinya. Aku benar-benar meremehkannya. Tapi, apa hubungan dia dengan wanita itu?'Tanpa disadari, sedikit rasa sendu muncul di mata Arney, sementara hatinya ju
Read more