"Ada yang normal, ada juga yang nggak. Tapi yang aku suka tonton ... sepertinya semuanya yang nggak normal." Bella terengah pelan sambil berkata dengan serius, "Lagian, cuma cara yang nggak normal yang bisa memancing mereka keluar.""Bos, Bos kan laki-laki. Kenapa malah lebih malu daripada aku?"Sampai di situ, Bella tiba-tiba seperti mendapat ide. "Ah, apa Bos maunya bermain peran? Kalau begitu Bos anggap saja aku sekretaris Bos.""Lalu hari ini pekerjaanku belum selesai, suamiku juga sedang menganggur, kemudian Bos mengancamku ....""Sudah, sudah, cukup!"Mendengar alur cerita yang keluar dari mulut Bella dan terasa semakin tidak asing di telingaku, akhirnya aku benar-benar yakin. Si tukang makan ini pasti sering sekali menonton drama semacam itu. Bahkan, dia menontonnya dengan sangat serius!Napasku mulai memburu. Kesabaranku sudah hampir habis. Sambil menggertakkan gigi, aku bertanya, "Jadi benar-benar harus lanjut?""Tentu.""Baik!"Begitu selesai berbicara, aku tidak lagi mendoro
Read more