“Hemmmm.... Sejak kapan Bi Lastri merasa sungkan untuk bicara segala sesuatunya padaku, bukankah selama ini baik Bi Lastri maupun aku selalu bicara lepas nggak ada yang ditutup-tutupi. Memangnya ada masalah apa sih, Bi? Katakan saja!” pinta ku diiringi senyum.“Harusnya semua ini, Nyonya yang mengatakannya langsung pada Mas Ryan tapi dia tak merasa sanggup untuk mengatakan itu. Dan aku memaklumi hal itu, jangankan Nyonya aku pun amat berat untuk mengatakannya.” ujar Bi Lastri.“Ada apa sih sebenarnya, Bi? Ayo, katakan saja! Kayak Bi Lastri baru mengenal aku saja,” ulas ku dengan senyum, lalu mengusap-usap pundak wanita setengah baya itu.“Begini Mas Ryan, aku harap Mas Ryan nggak marah dan membuat aku takut setelah aku ceritakan semuanya!” pinta Bi Lastri.“Iya aku janji nggak akan marah, lagi pula pernahkah Bi Lastri lihat selama ini aku marah-marah di rumah ini?” ucap ku.“Iya sih, selama ini Mas Ryan memang sosok yang baik dan sangat baik malahan. Aku juga tak sampai hati untuk men
Read more