بيت / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 112. Hancur Dan Terluka

مشاركة

Bab 112. Hancur Dan Terluka

مؤلف: Andy Lorenza
last update تاريخ النشر: 2026-04-17 22:30:22

“Tapi...!” belum selesai Dola berucap, aku melepaskan lengan ku dari genggaman Dola, kemudian melangkah ke halaman rumah.

Petir tiba-tiba hadir seiring kilat lalu disusul dengan hujan lebat, aku yang berjalan di halaman rumah itu otomatis basah kuyup diguyur hujan, aku berusaha melindungi tas sekolah ku yang berisi pakaian seragam dan buku-buku dengan mendekapnya di dada sambil berjalan agak membungkuk ke depan.

“Ryan............!” teriak Dola di sela petir dan hujan lebat, aku menoleh ke belak
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 142. Hari Pertama Kuliah

    Hari pertama dimulainya kegiatan kuliah suasananya hampir sama dengan pertama masuk sekolah, semuanya terkesan serba baru, mulai dari rekan-rekan sesama mahasiswa maupun dosen yang mengajar mata perkuliahan, yang membedakan di tempat kuliah tidak disarankan memakai seragam seperti halnya di sekolah, paling juga nanti yang membuat keseragaman mereka adalah almamater itu pun tidak selalu wajib dipergunakan setiap harinya.Hari pertama kuliah juga lebih fokus pada pengenalan satu dengan yang lainnya, terutama sesama rekan mahasiswa satu fakultas berikut dengan dosen-dosen yang mengajar mata perkuliahan, di situ memang dituntut kedewasaan dalam segala hal termasuk dalam mencerna mata perkuliahan yang diajarkan dosen.Nalar dan wawasan sangat dibutuhkan, karena aktif tidaknya seorang mahasiswa akan mendapat nilai lebih dari dosen, tugas-tugas yang diberikan tidak seperti di sekolah yang jika tidak mengerjakan akan mendapat sangsi berupa hukuman tidak boleh masuk kelas atau diberi tugas yan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 141. Prinsip Hidup Eva

    “Iya, semua yang Tante katakan itu memang benar adanya. Hingga sekarang aku masih merasakan sakitnya harus menghindar demi kebahagiaan Tante Dola dengan Mas Bram. Aku akui benar-benar bodoh telah melibatkan perasaanku padanya, hingga aku merasa seperti hilang kepercayaan untuk menaruh hati kembali pada seorang wanita.” ulas ku sambil menahan kepedihan yang aku rasakan, karena perasaan ku telah terlanjur menyanyangi mantan Guru ku itu, dan harus diakhiri secara paksa demi kebahagiaan wanita yang aku sayangi itu.“Hemmmm... Sudahlah Ryan! Tak perlu kamu larutkan perasaanmu yang aku tahu memang pahit dan menyakitkan, namun usiamu masih sangat muda untuk memahami segala permasalahan itu. Seperti yang kamu katakan tujuan utamamu datang ke kota ini, hanya untuk melanjutkan pendidikanmu, jadi tetaplah fokus ke sana jangan dulu libatkan perasaan apalagi pada wanita yang usianya jauh lebih tua dari kamu, dan rumit urusannya untuk ke depannya!” tutur Eva.“Ya, apa yang dikatakan Tante memang be

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 140. Merasa Bodoh

    Eva kembali lanjutkan makannya, kali ini lebih lengkap dengan sepiring nasi yang aku ambilkan, Eva benar-benar begitu lahap makannya, karena lele goreng buatan Ibu ku itu benar-benar lezat, ditambah lagi dengan suasana hujan lebat saat itu.“Gimana kabarnya di desa Ryan? Kedua orang tuamu baik-baik aja?” tanya Eva.“Baik-baik aja Tante.” jawab ku.“Hampir dua minggu kamu di desa, kamu ngapain aja di sana?” tanya Eva lagi.“Ya bantu-bantu orang tua aja, Tante. Terus sehari sehari mau kembali ke sini mancing lele-lele ini, lalu dimasak Ibu.” tutur ku.“Dua hari selepas kamu ke desa, Mas Rangga pulang. Aku dibuatnya kaget karena nggak biasanya ia pulang tanpa memberitahuku terlebih dahulu, katanya sih biar surprise!” ujar Eva.“Oh, jadi suami Tante itu sekarang berada di sini?” tanya ku.“Udah kembali lagi sih, 3 hari yang lalu. Itu terbilang lama dia di sini, biasanya juga paling lama 1 minggu udah balik lagi ke singapura.” tutur Eva selesaikan makannya, saat ia hendak membawa piring da

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 139. Tiba Di Kos-kosan

    “Wah, nggak usah Om! Aku kan memang niatnya membantu bukan bekerja mengharapkan gaji.” tolak ku. “Om juga memberikan ini bukan sebagai gaji, tapi lebih dari tanda terima kasih karena kamu telah membantu Om. Dan karena Om udah dibantu, nah sekarang kami pula yang balik membantumu. Bukan begitu, Mila?” ujar Pak Syamsul sembari bertanya pada istrinya, Bu Karmila anggukan kepala sembari tersenyum.“Om harap kamu mau menerimanya! Jika kamu belum membutuhnya sekarang, kamu masukan ke dalam tabunganmu aja! Sewaktu-waktu kamu butuh, kamu bisa pergunakan.” tutur Pak Syamsul, aku melirik pada Ayah, dan Ayah pun memberi kode anggukan kepala agar menerima pemberian dari sahabatnya itu.“Baiklah aku terima, makasih banyak ya Om, Tante.” ucap ku.“Iya sama-sama, Ryan.” ulas Pak Syamsul dan Bu Karmila.****Hari itu Kota P cuaca cukup buruk, meskipun hujan lebat baru datang selepas tengah hari, namun sejak tadi pagi gerimis tak henti-hentinya turun disertai hujan dan angin kencang. Aku tiba di term

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 138. Nasehat Pak Syamsul

    “Makanya Ayahmu bagi Om bukan hanya sekedar teman biasa, tapi lebih dari itu. Oh ya, bagaimana dengan kamu, Ryan apakah kamu lulus dengan nilai yang tinggi di sekolah?” tanya Pak Syamsul.“Alhamdulilah Syam, Ryan mendapatkan nilai tertinggi ketiga dan menjadi siswa undangan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri ternama di kota itu.” Ayah yang menjawab.“Wah, bagus itu! Terus bagaimana, apakah urusan kuliahmu itu udah selesai? Karenakan harus daftar ulang dulu sebelum kegiatan kuliah dimulai?” Pak Syamsul kembali bertanya.“Udah selesai semuanya Om, tinggal menunggu waktu kuliah dimulai saja. Semua biaya semester pertama dan almamater telah aku lunasi dan rencananya aku akan kembali 4 hari lagi, soalnya minggu depan kegiatan kuliah akan dimulai.” jawab ku.“Udah lunas? Memangnya Mas Ardi punya simpanan uang untuk melunasi biaya yang dibutuhkan Ryan untuk daftar ulang itu?” kali ini Pak Syamsul bertanya pada Ayah.“Ada sih simpanan uangku hasil panen beberapa bulan yang lalu, tapi buka

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 137. Kerja Keras Dan Nasib

    “Iya Mbak, aku juga berharap demikian. Sejak istri Tuan yang dulu meninggal, Tuan Bram tak pernah terlihat sesemangat ini. Apalagi pergi ke tempat beginian, kesehariannya selalu ia habiskan waktu di kantor. Katanya jika berada di rumah lama-lama, pikirannya selalu tertuju pada almarhumah istrinya.” tutur Bi Sumi.“Kasihan juga melihatnya, begitu sabarnya Tuan Bram menghadapi Nyonya Dola yang hingga kini masih tak bisa menerima Tuan sebagai suaminya.” ucap Bi Lastri.Sementara di meja yang lain Bram dan Dola pun tampak ngobrol sambil menikmati makan malam mereka, obrolan mereka tak lagi menjurus pada masa lalu yang tentunya membuat masing-masing merasa sedih dan kembali trouma, hingga malam mulai larut pun mereka masih di lantai atas itu menikmati pesona danau.Hanya rasa kantuk yang melerai kebetahan mereka di lantai atas hotel itu, hingga mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar beristirahat, memang diakui Dola suasana di sana mampu merefres pikirannya yang sempat dirundung kesedi

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 39. Cerita Bi Lastri

    Sepulang dari sekolah kembali aku dibawa Dola ke rumahnya, rencana ku saat itu akan melanjutkan pekerjaan yang kemarin siang terbengkalai membuat saluran pembuangan air.“Ryan, sebelum melanjutkan pekerjaanmu yang kemarin ada baiknya kita makan siang dulu!” ujar Dola.“Ya Tante,” ulas ku yang baru

    last updateآخر تحديث : 2026-03-24
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 36. Surat Singkat Tante Dewi

    Aku sempat tersenyum getir, saat aku menyantap hidangan lezat di meja bersama Om Ramlan dan sekeluarga, karena aku ingat dulu Tante Dewi pernah memperlakukan ku begitu rendah dan hina saat tinggal di rumah megah itu, dengan hanya menyediakan nasi perasan kerak serta secuil sambal sewaktu pulang dar

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 37. Diajak Keliling Kota

    “Saking sibuknya aku kerja akhir-akhir ini, hingga membuatku harus tetap kerja di hari minggu. Kadang sampai jam 9 malam baru pulang, ya mau gimana lagi memang begitu kerja di perusahaan real estate,” tutur Cindy lagi-lagi ia berdusta.“Oke, aku akan coba untuk ngertiin kamu. Tapi please, malam min

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 35. Tante Dewi Berubah

    Ataukah Tante Dewi hanya cari muka saja, pura-pura ramah padanya di depan Om Ramlan? Atau ia sekarang benar-benar telah berubah dari sikapnya yang dulu terkesan arogan? aku tak mau memikirkan itu terlalu mendalam, yang penting bagi ku saat itu telah memenuhi undangan Om Ramlan di acara ulang tahunn

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status