“Rasanya pun mengalahkan semua sate yang pernah aku coba,” lagi-lagi Dola memuji sate buatan Sugeng itu, aku anggukan kepala.“Ruangan kosmu kok sempit dan kecil gitu sih, Ryan?” sambung Dola.“Wajar saja kecil Tante, dulu kan rencananya tempat itu akan dibuat gudang oleh Ibu kos. Tapi karena aku memintanya, Bu Eva jadi urungkan ruangan itu untuk dibuat gudang. Sewanya pun hanya Rp. 20.000,- per bulannya,” jawab ku.“Pantas saja kecil begitu, kamu kok kerasan tinggal di situ?”“Ya mau gimana lagi, Tante. Hanya itu yang sanggup aku sewa,” jawab ku sekenanya saja.“Cari gih tempat kos yang lain, biar aku yang bayar sewanya! Atau kamu tinggal di rumah aku aja?” ajak Dola.“Waduh, jangan Tante! Nanti kalau suatu saat orang tua Tante berkunjung bisa kacau, biar aku di sini aja. Aku udah merasa nyaman bersebelahan dengan Mas Sugeng dan keluarganya,” tutur ku, Dola pun hanya diam karena apa yang aku katakan itu ada benarnya juga.Malam pun telah menunjukan jam 9 lewat, setelah menghabiskan s
Read more