“Wah, nggak usah Om! Aku kan memang niatnya membantu bukan bekerja mengharapkan gaji.” tolak ku. “Om juga memberikan ini bukan sebagai gaji, tapi lebih dari tanda terima kasih karena kamu telah membantu Om. Dan karena Om udah dibantu, nah sekarang kami pula yang balik membantumu. Bukan begitu, Mila?” ujar Pak Syamsul sembari bertanya pada istrinya, Bu Karmila anggukan kepala sembari tersenyum.“Om harap kamu mau menerimanya! Jika kamu belum membutuhnya sekarang, kamu masukan ke dalam tabunganmu aja! Sewaktu-waktu kamu butuh, kamu bisa pergunakan.” tutur Pak Syamsul, aku melirik pada Ayah, dan Ayah pun memberi kode anggukan kepala agar menerima pemberian dari sahabatnya itu.“Baiklah aku terima, makasih banyak ya Om, Tante.” ucap ku.“Iya sama-sama, Ryan.” ulas Pak Syamsul dan Bu Karmila.****Hari itu Kota P cuaca cukup buruk, meskipun hujan lebat baru datang selepas tengah hari, namun sejak tadi pagi gerimis tak henti-hentinya turun disertai hujan dan angin kencang. Aku tiba di term
Read more