“Sip, jika malam minggu kamu nggak bisa. Malam-malam lain juga nggak apa-apa,” Aku hanya tersenyum anggukan kepala.“Aku udah nggak pernah jalan lagi sama Rafly, kayaknya dia ngambek karena beberapa kali aku menolak diajak jalan.” sambung Rini.“Berarti kalian udah putus gitu?” tanya ku.“Putus gimana, lah aku nggak pernah juga nganggap dia cowok ku hanya sekedar teman jalan aja. Dia nya aja yang kepedean, pakai ngatur-ngatur segala lagi aku harus bergaul sama siapa, itu kan terserah aku. Sekarang dia jalan sama cewek lain, bodo amat aku memang udah nggak srek lagi berteman dengannya.” tutur Rini, aku tersenyum dan memahami semua yang diucapkan Rini.“Gimana dengan kuliahmu Rin, lancar?” Aku alihkan pembicaraan.“Ya, begitulah Ryan, meskipun ada sebagian mata kuliah yang aku anggap sulit, namun secara bertahap-tahap aku berhasil juga menguasainya.” jawab Rini.“Memang harus begitu, saat kita kesulitan di salah satu mata kuliah. Kita harus lebih fokus dan benar-benar mempelajarinya hin
Read more