Istana tidak pernah benar-benar diam, tetapi hari itu terasa berbeda, seperti ada sesuatu yang bergerak di bawah permukaan tanpa bisa dilihat, sesuatu yang tidak membuat suara namun cukup untuk mengubah cara orang berjalan, cara mereka berbicara, bahkan cara mereka menahan napas. Tidak ada pengumuman resmi, tidak ada lonceng darurat, tetapi ketakutan menyebar lebih cepat dari perintah mana pun, menyelinap melalui koridor, menempel di dinding, dan bersembunyi di setiap sudut yang tidak terjangkau pengawasan. Dua kematian dalam waktu berdekatan bukanlah hal yang bisa dianggap biasa, terlebih dengan kondisi tubuh yang sama, retakan halus seperti es yang pecah dari dalam, tanpa luka, tanpa darah, tanpa penjelasan yang bisa diterima akal sehat. Dan yang membuat semuanya semakin tidak bisa diabaikan adalah lokasi yang sama, taman utara, tempat yang semalam masih menyimpan dingin yang tidak wajar, tempat di mana seorang gadis berdiri terlalu lama tanpa penjelasan yang cukup untuk menenangkan
続きを読む