Paviliun timur menjadi lebih sunyi sejak pagi itu.Bukan karena tidak ada orang—melainkan karena semua orang yang datang, datang dengan kepala tertunduk, suara direndahkan, dan langkah yang terlalu hati-hati. Seolah tempat itu bukan lagi hunian seorang putri bangsawan, melainkan ruang yang bisa runtuh kapan saja.Lin Yuelian duduk di ambang jendela, memandangi kolam kecil di halaman dalam.Airnya tenang.Terlalu tenang.Padahal biasanya, setiap pagi, ikan-ikan kecil akan muncul ke permukaan, berebut remah makanan yang dilempar pelayan. Hari ini tidak ada satu pun.“Jangan menatap kolam itu terlalu lama.”Bai Shuqing berkata sambil menyusun buku-buku di rak. Suaranya datar, tapi ada ketegangan tipis di baliknya.“Kenapa?” tanya Yuelian.“Ikan itu sensitif,” jawab Shuqing. “Kalau mereka bersembunyi semua, biasanya karena ada aura asing di sekitar.”Yuelian mengerutkan kening. “Aura asing?”Shuqing tidak langsung menjawab.Ia berjalan ke jendela, berdiri di samping Yuelian, lalu menatap
Última atualização : 2025-12-14 Ler mais