Setelah menyelesaikan urusannya di toilet, Erfan membuka pintu hendak keluar. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah cantik seorang wanita dewasa.“Nyonya Tina, kenapa kamu—” sebelum Erfan sempat menyelesaikan ucapannya, wanita itu tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam toilet, lalu ikut melangkah masuk dan menutup pintu rapat di belakang mereka."Nyonya, kamu benar-benar nekad," ucap Erfan pelan, seringai nakal naik di sudut mulutnya.Erfan tahu, apa yang ingin dilakukan wanita itu."Tuan muda, aku merindukanmu," ucap Nyonya Tina dengan nada menggoda, sambil melingkarkan tangannya di leher Erfan."Nyonya, ini bahaya! apa kamu tidak takut ketahuan," "Aku gak takut, apa tuan muda takut?" tanya Nyonya Tina, nada bicaranya terdengar menantang."Tentu aku gak takut," balas Erfan tegas. Hal seperti ini tidak akan membuat Erfan takut, dan bukan kali ini saja Erfan berada di situasi seperti ini."Tuan Muda, kamu mau
Read more