Matteo mengerutkan kening tidak setuju, tapi melihat tangan Ivy yang masih terangkat menuntut, akhirnya Matteo mengulurkan satu lagi pil lagi.Ivy menerimanya dengan penuh rasa terima kasih. Sekarang bukan hanya kepalanya saja yang terasa berdenyut, pipinya juga menyumbangkan rasa kesakitan yang lain.Matteo membantunya duduk, dan melihat gerakan Ivy, saat meminum obat itu dengan seksama, seolah takut akan ada yang terlewat. Setelah mengembalikan gelas ke atas meja, Matteo berlutut di sebelah sofa."Sebentar!" Ivy bergerak membuka kaos turtleneck yang dipakainya, karena ingin lebih merasa lega.Matteo sudah akan berpaling, namun lega, karena ternyata Ivy memadukan kaos itu bukan dengan rok, tapi ada gaun lagi di dalamnya.Mode gaun strapless, yang cocok untuk musim panas. Gaun yang akan di pakai Ivy begitu saja, jika saja tidak ada bekas luka di lehernya.Ivy lalu berbaring kembali. Matteo dengan lembut menempelkan ice pack, pada pipi Ivy yang memar. Pipi pucat itu telah berubah warna
Last Updated : 2026-03-15 Read more