Ellie tidak ingin menepis, membiarkan saat ujung jari Raven mengelus pipinya."Salah!" Suara hati Ellie menyentak, saat hangat menyebar, tapi tangannya tidak bergerak mencegah. Bagaimana bisa mencegah saat rasa hangat itu semakin menyenangkan.Gelitik yang tadinya hanya menganggu perutnya, kini malah menyebar luas. Ellie tidak ingin sentuhan itu selesai, malah menginginkan jari itu bergerak lagi, mungkin leher. Ellie ingin tangan itu berada di mana saja, asalkan masih menyentuhnya.DRTT!Dengung pelan terdengar, dari ponsel Raven bergetar, memecah hening hangat yang memabukkan itu. Raven berpaling menjawab panggilan itu, sementara Ellie menutup wajahnya dengan tangan.Dalam hati bersyukur, berterima kasih pada siapa pun yang menelepon itu. Paling tidak memberinya kesempatan untuk mengumpulkan akal sehat."Yes?!" Raven mendengarkan lawan bicaranya sebentar, lalu mengetuk kepala Ellie dengan telunjuk pelan."Bangunlah sebentar," ujar Raven. Ellie sedikit mengangkat kepala, dan melihat ka
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya