"Papa peluk Miss Lyn."Suara bernada imut itu membuat dua orang dewasa di puncak tangga menunduk. Mereka masih dalam posisi yang aneh, tapi ketika melihat wajah tersenyum Mira, Lyn bergegas menjauh."Terima kasih sudah menahanku," ucap Lyn menjauhi tangga."Sama-sama." Julian terlihat cukup tenang."Papa peluk Miss Lyn," ulang Mira berjingkrak riang. "Mira senang.""Bukan begitu, Nak." Lyn segera meluruskan. "Papamu tadi hanya bantu. Soalnya tadi Miss Lyn hampir jatuh.""Bukan peluk?" tanya Mira tampak kecewa."Sayangnya bukan," jelas Lyn, mengelus rambut anak yang ada di depannya."Papa tidak sayang Miss?" Kali ini, Mira menatap sang ayah.Julian sudah membuka mulut. Dia ingin membantah, tapi tidak mampu menemukan kalimat yang tepat. Hal yang membuat Lyn tersenyum, karena baru kali ini dia melihat Julian bingung."Yang namanya sayang itu banyak jenisnya, loh." Untungnya, Lyn berbaik hati untuk menjelaskan. "Papa sayang sama Miss, tapi beda dengan sayang Papa ke Mira."Ali
Baca selengkapnya