"Kita sudah sampai!" teriak salah satu anak dengan penuh semangat."Semua tetap duduk ya," ucap Lyn dengan suara lebih tegas dari sebelumnya. "Turun satu-satu. Tidak boleh dorong-dorongan."Namun, beberapa anak sudah mulai berdiri di kursi. Bahkan, ada beberapa wali murid yang juga sudah berdiri. Melihat situasi mulai tidak terkendali, Lyn langsung bergerak ke depan pintu bus."Pelan-pelan, satu baris," ucap Lyn sambil menahan satu anak yang hampir melangkah turun tanpa menunggu.Tidak lama kemudian, pintu bus terbuka. Beberapa wali murid ikut berdiri, sebagian membantu anaknya, sebagian lagi justru ikut terburu-buru."Anaknya duluan," ucap Lyn, berusaha menjaga alur. "Wali menyusul di belakang anaknya ya.""Tidak usah diatur seperti itu," ucap seorang wali dengan nada kurang senang. "Saya bisa pegang anak saya sendiri."Kedua alis Lyn sedikit terangkat mendengar hal barusan. Dia bahkan hanya bisa melihat wali murid yang protes tadi, berlalu begitu saja dengan bibir terbuka. S
Leer más