"Mira." Lyn mendorong Melissa. Cukup keras, sampai perempuan itu nyaris terjungkal. "Sesak," ucap Mira mulai berkaca-kaca."Cepat bawa dia ke rumah sakit." Tiba-tiba saja, Melissa berinisiatif. "Biar aku bantu.""Sebaiknya kau menjauh," hardik Lyn melotot pada rekan kerja, sekaligus musuhnya."Hei, aku hanya mau bantu." Melissa ikut menghardik. "Dia sesak nafas, Lyn. Kalau dibiarkan bisa berbahaya."Lyn tidak menjawab. Dia menatap anak di pangkuannya dengan sekasama. Melihat area bibir, leher dan beberapa bagian lain yang mulai terlihat memerah. Lalu terakhir, Lyn menempelkan telinga di dada Mira."Sepertinya ini bukan sesak napas biasa. Apa ada EpiPen?" Lyn menatap ke arah lelaki di depannya.Kedua alis Julian terangkat. Dia terdiam untuk sekian detik, sebelum mengulurkan tangan ke belakang."Sebastian," panggil lelaki itu, masih menatap Lyn.Tanpa banyak bicara, Sebastian merogoh tas pinggang kecil yang dia bawa. Kebetulan, hari ini sang kepala pelayan memang menggunakan
Read more