"Miss, jangan jauh-jauh." Mira mengulurkan tangannya dengan ekspresi cemberut.Lyn pun meringis pelan, nyaris tanpa suara. Dia yang tadinya mengambil posisi di pinggir ranjang, mau tidak mau bergeser pelan ke arah tengah. Matanya melirik ke arah Julian yang masih duduk bersandar di kepala ranjang dengan napas tertahan."Papa juga sini." Mira menoleh pada Julian."Sebentar, sayang." Julian menoleh untuk sesaat. "Papa selesaikan ini dulu.""Mira sudah mau tidur," rengek anak itu makin memajukan bibirnya.Dengan embusan napas pelan, Julian menutup tablet yang dia pegang sejak tadi dan merebahkan diri. Namun, Mira masih belum puas."Papa dekat sini." Mira menepuk tempat kosong di sebelahnya.Lyn melirik ke arah Julian. Dia menggigit bibir bawahnya sambil merapal doa dalam hati, agar lelaki itu tidak mendekat.Julian melihat reaksi Lyn. Keningnya berkerut, seolah sedang menimbang. Tapi pada akhirnya, Julian memilih untuk mengiyakan permintaan sang putri."Woi, ranjang ini luas. K
Leer más