Lyn menggaruk jari telunjuknya dengan jempol. Tatapannya menerawang, melihat ke arah Mira yang sudah tertidur lelap. Kamar itu pun gelap, tapi mata Lyn masih sangat nyalang."Aku sudah gila," gumam Lyn pelan.Perempuan itu menutup wajah dengan kedua tangan, sambil mengentakkan kaki secara bergantian. Bahkan, Lyn sampai jatuh berguling di atas lantai kamar Mira. Mulutnya pun terbuka besar, seolah sedang berteriak tanpa suara."Lynette Arwyn Moore," ucapnya dengan dada naik turun cepat. "Kau benar-benar tidak waras lagi. Bagaimana mungkin aku mencium Julian Vale di depan semua orang seperti itu?""Es krim." Suara pelan Mira yang tiba-tiba terdengar membuat Lyn tersentak. Dia menatap ke arah ranjang, memastikan anak itu tidak terbangun. Setelah yakin, dia mengelus dada."Oke, baiklah. Kau harus tenang, Lyn." Perempuan itu kembali berbicara pada diri sendiri."Anggap saja itu pembelaan diri, jadi untuk sekarang tidak usah dipikirkan terlalu jauh. Apa
Ler mais