Setelah melampiaskan gairahnya di ruang kerja, Adam memeluk Kiara hangat di sofa panjang ruangannya. Napas keduanya masih sama-sama terengah-engah. Kiara menyandarkan kepalanya di dada bidang Adam yang bertelanjang dada, membiarkan jemari tegap kekasihnya itu membelai lembut rambut panjangnya."Mas, kemeja aku agak kusut nih. Nanti Kak Nina, Kak Aul, sama Kak Arga curiga pas aku balik ke meja," bisik Kiara manja sambil mengusap bekas keringat di leher Adam.Adam terkekeh pelan, kecupan hangat mendarat di dahi Kiara. "Biarin saja mereka curiga. Lagian kamu kan supervisor, wajar kalau lama berdiskusi sama manajer kamu.""Diskusi apaan yang bikin kemeja berantakan begini?" sahut Kiara sambil mencubit pelan pinggang Adam, membuat pria itu terkekeh makin lebar.Namun, keceriaan itu tidak bertahan lama. Ponsel Adam yang tergeletak di meja kerja tiba-tiba berdering nyaring. Adam melirik layarnya, dan seketika itu juga raut wajah bahagianya berubah menjadi dingin dan kaku.Nama 'Mama' t
Read more