"Kiara, ke ruangan saya sekarang."Kiara menatap teman-teman satu divisinya setelah membaca pesan tersebut. Tentu saja ekspresi Kiara menarik perhatian teman-temannya. "Kenapa, Ki?" tanya Nina penasaran. "Kayaknya perang dengan Pak Devil akan segera dimulai lagi. Orangnya udah nge-chat. Minta gue ke ruangannya." Kiara berucap tidak bersemangat. Seketika tawa teman-teman satu divisinya pecah. "Pak Adam kangen sama Lo, Ki. Dia nggak tahan lama-lama ngehindar dari Lo," celetuk Raul, lalu melanjutkan tawanya. "Padahal lebih bagus nggak interaksi sama dia, lebih adem.""Halah, diam-diam Kiara pasti juga kangen itu lama nggak tatapan mata sama pak Adam." Arga ikut nimbrung. "Pastinya. Tapi Kiara malu-malu buat mengakui kalo dia kangen sama si bapak ganteng satu itu. Diembat yang lain nanti Lo kecarian, Ki.""Kak Nina, mulai, deh. Udah ah, gue mau ke ruangannya Pak Adam. Daripada nanti dia merepet kayak biasanya. Males."Kiara beranjak dari kursinya, melangkah ke arah pintu keluar diiri
Last Updated : 2026-01-06 Read more