LOGIN(Mature 21+) "Hanya saya yang boleh menyentuh kamu seperti ini, Kiara. Kamu mengerti?" -ADAM ADITAMA- ---- Kiara dibuat stres karena bertemu seorang bos yang seperti Adam. Sikapnya selalu saja membuat Kiara menjadi kesal, dan serba salah. Kesalahan sekecil apapun yang Kiara lakukan, Adam akan membuatnya kesulitan. Apa motivasi Adam sebenarnya?
View MoreMesin mobil sedan mewah milik Adam menderu halus membelah kemacetan Jakarta yang mulai mereda di malam hari. Di dalam kabin yang kedap suara itu, suasana terasa sedikit mencekam. Adam menggenggam kemudi dengan erat, buku-buku jarinya memutih. Sesekali matanya melirik ke arah kaca spion tengah, lalu beralih pada Kiara yang duduk tenang di sampingnya sambil menatap lampu-lampu kota di balik jendela.Pikiran Adam masih tertahan pada kejadian di kantor tadi. Bayangan Zaki yang berdiri begitu dekat dengan Kiara, serta cara lelaki baru itu menatap kekasihnya, terus berputar seperti kaset rusak di kepalanya."Saya tidak suka cara lelaki itu menatapmu, Kiara," ujar Adam tiba-tiba. Suaranya berat, memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti mereka.Kiara menoleh, sedikit terkejut namun kemudian menghela napas panjang. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan ini sejak Adam menjemputnya dengan wajah ditekuk. "Siapa? Zaki? Dia cuma staf baru, Mas. Dia hanya berusaha bersikap sopan pada su
"Ini DP dari saya, lima puluh juta rupiah. Saya sudah memasukkan kamu ke perusahaan tempat anak saya bekerja. Namanya Adam. Dia manager di sana. Tugas kamu adalah mendekati Kiara, seorang supervisor di sana. Buat wanita itu jatuh cinta sama kamu. Saya mau anak saya kembali fokus ke perusahaan keluarga kami, dan menggantikan papanya sebagai pewaris. Kalau kamu berhasil memisahkan anak saya dari wanita miskin itu, saya akan menambahkan lima puluh juta lagi." Jihan menyodorkan sebuah amplop coklat pada lelaki muda dengan penampilan perlente di hadapannya. Dia sengaja melakukan itu supaya Adam dan Kiara berpisah. Jihan tidak mau Adam fokus mengejar Kiara sampai memilih bekerja di perusahaan orang lain. Terutama karena status sosial Kiara yang menurut Jihan tidak layak menjadi kandidat menantunya. "Ibu tenang saja, saya akan melakukan tugas ini dengan baik. Dengan wajah saya yang rupawan, saya yakin saya akan bisa dengan mudah menaklukan hati Kiara. Saya sudah bertahun-tahun berprofesi s
Kiara melangkah santai ke arah ruang kerja Adam. Dia tidak ingin ada yang curiga kalau sekarang hubungannya dengan Adam bukan lagi hanya karyawan dan bos. Setibanya di depan ruangan sang bos, Kiara membuka pintunya pelan, dan masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Tiba-tiba Adam menariknya, dan merapatkan tubuh keduanya. Membuat Kiara terkejut setengah mati. "Lama sekali, saya sudah rindu kamu, Kiara," bisik Adam dengan gairah tertahan. "Kita baru pisah beberapa menit, Mas. Bisa-bisanya kamu bilang rindu? Dasar tukang gombal!" Kiara mencubit kecil perut Adam, dan tidak ada penolakan dari lelaki itu. Dia hanya meringis kecil. "Satu detik saja saya sudah rindu, bagaimana dengan beberapa menit? Saya mau melepas rindu dulu sama kamu sebelum memulai pekerjaan," bisik Adam lagi, satu tangannya mengunci pintu, dan langsung membungkam bibir Kiara dengan ciuman. Adam membimbing Kiara mengikuti langkahnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Wanita itu tidak menolak. Dia mengikuti kemauan Adam t
"Ul, Kiara udah dateng?"tanya Nina ke Raul. Dia baru saja datang, bertanya seperti itu karena di atas meja kerja Kiara sudah ada sekotak donat dan juga kopi. "Belum, Nin. Gue pas sampe belum ada siapa-siapa.""Terus itu... donat sama kopi dari siapa? Lo tau?"cecar Nina lagi. "Ga tau gue. Dari pak Adam kali. Itu kan donat mahal, karyawan biasa kayak kita mah mikir dua kali buat beli, mana di tanggal tua gini, kan?""Eh, iya juga ya. Lo curiga gak sih sama tingkahnya Kiara? Semenjak dia ditugasin keluar sama pak Adam, sekarang dia jarang muring-muring. Dua hari ini dia malah anteng banget. Diminta ke ruangan pak Adam juga nggak sebete biasanya. Apa jangan-jangan mereka udah jadian?" "Gue juga kepikiran gitu, Nin. Tapi... masa iya? Kiara kan anti banget sama pak Adam. Aneh banget nggak sih kalo mereka tiba-tiba jadian? Kayak nggak masuk akal gitu." "Ya siapa tau, kan? Namanya perasaan mah bisa berubah kapan aja, Ul. Lo lupa, di awal masuk kan si Kiara naksir sama pak Adam. Dia ilfeel
“Jadi tadi siapa yang kirim kopi?” Nina tampaknya sangat penasaran. Dia langsung menanyakan itu saat jam istirahat mereka tiba.“Kalo lo ragu buat minum mending kagak usah diminum, deh. Takutnya ada racunnya.” Raul ikut menyahut.“Iya bener. Selain racun, bisa jadi kopi itu ada peletnya. Ngeri.” Ar
“Gue kepikiran sama Kiara. Dari tadi di ruangan pak Devil kagak keluar-keluar. Jangan-jangan dia pingsan di sana,” ucap Raul yang membalikkan kursinya ke arah rekan kerjanya, merekaa juga melakukan hal yang sama.Sebenarnya pekerjaan mereka sudah selesai, tetapi sebagai bentuk solidaritas, mereka m
“Kiara, hari ini akan ada tamu penting untuk saya. Tolong kamu sambut dia seramah mungkin. Namanya Farukh. Setelah dia datang, langsung antar saja ke ruang meeting. Saya akan menunggu di sana. Jangan lupa bilang ke OB untuk menyiapkan minuman.”“Jangan sampai buat dia menunggu. Dia sangat penting u
Kiara, 23 tahun. Dia baru saja lulus kuliah beberapa bulan yang lalu. Hal yang paling dia nantikan setelah mendapatkan gelar sarjana tentu saja sebuah pekerjaan. Dia melamar di sebuah perusahaan ternama. Keberuntungan berpihak padanya, begitu awal mula Kiara menyangka. Dia bisa dengan mudah masuk d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.