Bab 61"Tuan... Umphhh..."Kalimat Lila tertelan habis. Bibirnya dilumat begitu dalam oleh Oliver, seolah pria itu sedang melampiaskan seluruh kemarahan, dendam, dan hasrat yang selama ini ia pendam sendirian. Ciuman itu terasa panas, menuntut, dan penuh dominasi yang memabukkan.Lila sempat mencoba sedikit memberontak, tangannya yang terhimpit berusaha mendorong dada bidang Oliver, namun usahanya sia-sia. Oliver jauh lebih kuat. Lidah pria itu memaksa masuk, menjajah rongga mulut Lila dengan ritme yang begitu liar hingga membuat pertahanan Lila runtuh seketika. Tanpa sadar, Lila membuka mulutnya, membalas ciuman dalam yang perlahan mulai membuatnya kehilangan akal sehat."Eumhp... Tuan..." gumam Lila lirih di sela pagutan mereka. Napasnya mulai pendek, kepalanya terasa pening karena sensasi asing yang menjalar ke seluruh saraf tubuhnya.Seolah tak puas hanya dengan bibir, tangan Oliver yang kini bebas mulai bergerak dengan tidak sabar. Ia mulai melucuti pakaian Lila yang menghalangi s
더 보기