แชร์

Bab 63 | Bipolar

ผู้เขียน: MAMAZAN
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-24 14:28:40
Bab 63

Oliver memberikan tatapan dingin yang sanggup membekukan aliran darah. Tatapan yang seolah berkata, Jangan banyak tanya atau kau akan kehilangan pekerjaanmu.

Bastian langsung kagok, ia menunduk dalam dan segera berbalik menuju lift dengan langkah seribu. "Baik, Tuan. Segera saya siapkan!" ucapnya cepat sebelum pintu lift tertutup.

Di dalam lift, Bastian mengusap dadanya yang berdegup kencang. "Hah... gila. Sejak kapan nafsu makan Tuan jadi sebesar itu? Apa stres menghadapi Jonathan membua
MAMAZAN

Yang sabar ya Lila hadapin pria tantrum satu ini... >,<

| 10
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Lila banyak makan. inget y tuan kamu itu tenaganya super duper kayak badakk hahahahah dihhh gemesssss
goodnovel comment avatar
Nur Aisyah Intan Maimunah
gemes bgt sih thor, kira2 lila pada hubungan nya ga thor, smga ga yah
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 84 | Pergerakan Austin

    Bab 84"Tapi kau tidak usah terlalu kepikiran," sambung Oliver pelan, menurunkan intensitas suaranya seolah sedang membagikan sebuah rahasia besar yang teramat sensitif. "Tuan Austin saat ini sedang berada di sini."Kata-kata Oliver menggantung di udara dengan bobot yang begitu berat. Pupil mata Jonathan seketika melebar. Pria tua itu mematung di tempatnya berdiri, lidahnya mendadak kaku sewaktu berusaha mencerna kalimat terakhir yang baru saja meluncur dari bibir pria muda di hadapannya. Sensasi haus kekuasaan mendadak berdesir hebat di dalam dadanya."Di sini?" ulang Jonathan dengan suara yang sedikit tertahan, matanya yang sarat akan intrik refleks mengedar, meneliti ruangan luas berdesain modern-minimalis tempat mereka berada saat ini."Ya. Beliau ada di kota ini dan sedang memantau langsung proyek-proyek investasinya," potong Oliver dingin tanpa mengalirkan emosi sedikit pun pada wajahnya. "Jadi bersiaplah, Jonathan. Begitu Tuan Austin memberikan lampu hijau untuk bertemu, dipasti

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 83 | Rencana Austin dan Oliver

    Bab 83Langkah kaki Oliver terdengar saat ia kembali menapakkan kakinya di gedung pencakar langit milik perusahaannya. Atmosfer dingin dan berwibawa seketika menyelimuti koridor.Sesuai dengan arahan dan strategi matang yang disusun bersama Austin Harold, Oliver kembali mengeksekusi rencana besarnya. Ia menyetujui langkah ekspansi perusahaan menuju pasar Eropa—sebuah keputusan bernilai fantastis yang melibatkan Austin secara langsung sebagai investor utama di balik layar.Baru saja Oliver mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, pintu ruang kerja berdesain elegan itu terdorong terbuka secara kasar.“Ck! Manusia ini sangat tidak sabaran!d” batin Oliver begitu melihat sosok Jonathan Miller melangkah masuk ke dalam ruangannya dengan tergesa-gesa. Wajah pria paruh baya itu dipenuhi oleh ketamakan yang sulit disembunyikan.“But it’s ok! Semakin kau tidak sabaran, membuat semuanya lebih cepat selesai!” tambah Oliver di dalam hatinya dengan kilatan dingin di mata."Aku dengar kontraknya su

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 82 | Mengawasi Dari Jauh

    Bab 82Langkah kaki mereka akhirnya terhenti di depan sebuah pintu kaca buram dengan papan nama bertuliskan Ruang Perawatan Intensif.Di tengah ruangan yang hening dan steril itu, sosok Susan terbaring tak berdaya di atas ranjang medis. Suara monitor detak jantung yang berbunyi teratur bip... bip... bip... menjadi satu-satunya melodi yang memecah kesunyian di ruangan tersebut.Dada Lila terasa sesak luar biasa setiap kali menyaksikan kondisi ibunya yang seperti ini. Ia melangkah mendekat ke sisi ranjang, menatap wajah pucat sang ibu dengan pandangan sendu.Padahal ia baru saja bisa berbicara dengan sang Ibu. Tapi… sekarang…Nathaniel berdiri di belakang Lila, memperhatikannya wanita mungil itu."Lila... Ibu kamu—" ujar Nathaniel mencoba membuka suara, menaruh nada iba di sela kalimatnya.Namun sebelum Nathaniel sempat menyelesaikan ucapannya, Lila menyela dengan suara rendah. "Hmm, Dokter Nathaniel... bisa Anda berikan waktu untukku?"Dokter Nathaniel terdiam sejenak. Sorot matanya ya

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 81 | Induk Kucing Posesif

    Bab 81Aroma khas cairan antiseptik langsung menyambut indra penciuman Lila begitu ia melangkah melewati pintu kaca otomatis. Langkah kakinya terdengar di atas lantai marmer putih yang berkilau.Setelah melewati pagi yang penuh badai emosi dan kecanggungan di apartemen Oliver, suasana rumah sakit yang relatif tenang ini memberikan sedikit ruang baginya untuk bernapas, walau dadanya masih dihimpit rasa cemas yang tak kunjung usai.Namun, ketenangan sejenak itu tidak bertahan lama."Lilaa!" suara familiar milik Dokter Nathaniel terdengar memanggil namanya dari arah koridor utama. Pria berselimut jas putih dokter itu baru saja menyadari kedatangan Lila di lobi rumah sakit.Lila menoleh dan serta-merta menghentikan langkahnya. “Dokter Nat?” gumamnya pelan.Melihat Lila berhenti, Nathaniel bergegas berlari kecil memangkas jarak agar bisa segera tiba di tempat wanita itu berdiri. Wajah tampannya mengisyaratkan kekhawatiran yang begitu nyata.“Ya, bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja, kan?

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 80 | Menurunkan Ego

    Bab 80“Pagi, Tuan Austin,” sapa Oliver sopan, memecah perhatian pasangan suami istri tersebut.Austin menoleh, lalu sebuah senyuman ramah terukir di wajah tegasnya. “Ah, kamu sudah di sini, Oliver. Duduklah.”Istri Austin, Bella, menyadari bahwa suaminya kini harus beralih ke urusan yang lebih serius. Ia tersenyum lembut, lalu mengusap bahu Austin pelan. “Ya sudah, aku balik ke kamar ya, hubby. Kamu lanjutkan dulu kerjaan kamu.”Bella pun berdiri dari tempat duduknya, memajukan wajah dan mengecup pipi suaminya dengan penuh kasih sayang.“Iya, love. Ini tidak akan lama,” balas Austin hangat sembari meraih jemari Bella dan mengecup punggung tangan istrinya penuh kelembutan.“Take your time,” bisik Bella manis. Sebelum benar-benar berlalu meninggalkan area tersebut, jemari cantiknya membelai pipi Austin sekilas, memberikan ruang pribadi bagi para pria untuk berdiskusi.Oliver yang sudah mendudukkan dirinya di sofa hanya bisa menjadi penonton bisu. Interaksi penuh kehangatan dan keharmoni

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 79 - Menantang Balik

    Bab 79Suasana kamar utama kini mendadak terasa begitu menyiksa bagi Lila. Ia duduk di tepi ranjang dengan wajah yang masih memerah padam bagai tomat matang.Kejadian konyol dan sangat memalukan tadi pagi benar-benar sukses membuat harga dirinya anjlok dan rasa malunya membubung setengah mati.Memeluk Oliver seperti guling? Menyandarkan paha dan tangannya di tubuh pria itu?Ditambah lagi ketahuan mengagumi wajahnya? Rasanya Lila ingin menghilang saja dari muka bumi detik ini juga.Tapi ya sudah, batin Lila menenangkan dirinya sendiri. Nasi sudah menjadi bubur. Daripada terus-menerus memperlihatkan kepanikannya yang justru akan menjadi bahan ejekan bagi pria arogan itu, memasang wajah tengil dan berpura-pura tidak terpengaruh adalah pilihan pertahanan diri yang jauh lebih bijak, bukan?Lila menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan degup jantungnya yang masih berpacu liar.Tak jauh dari ranjang, Oliver sedang berdiri di depan cermin tinggi. Pria itu tampak sibuk merapikan kemeja

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 11 | Tidak Salah Butik?

    Bab 11“Maaf merepotkan anda Dok—”"Anda tidak apa-apa, Nona Lila?" Dokter Nathaniel, pria berusia 30 tahun dengan pembawaan tenang dan wajah yang teduh, menatap Lila dengan empati memotong perkataan Lila.Lila mengerjapkan mata, berusaha mengatur napasnya. "Saya baik-baik saja, Dok. Terima kasih ba

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 7 | Mencicipimu

    Bab 7"Jangan seenaknya, Tuan!" Lila menyahut dengan wajah tertekuk. Amarahnya memuncak setiap kali pria ini merendahkannya. "Aku bukan tawanan Anda dan aku bukan kucing liar!""Kau..." Oliver menggeram rendah. Kalimat perlawanan Lila seolah menjadi bahan bakar bagi gairahnya yang liar.Di dalam ka

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 6 | Kau Adalah Tawananku

    Bab 6Ia mencondongkan wajahnya lebih dekat, hingga hidung mereka hampir bersentuhan. "Godalah dia… Buat dia bertekuk lutut padamu. Buat dia berselingkuh denganmu di rumah ini."Lila terbelalak. "Apa?! Anda gila! Saya tidak akan melakukan hal menjijikkan seperti itu!""Jangan munafik," desis Oliver

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 5 | Identitas Pria Asing Malam Itu

    Bab 5Jonathan berdehem, berusaha mencairkan suasana yang kaku. "Maaf Ayah tidak menyiapkan apa-apa saat kedatanganmu-"Lila pun datang kembali dari dapur, membawa nampan berisi secangkir kopi hitam pekat sesuai permintaan Oliver. Kehadirannya membuat Jonathan menjeda percakapannya dengan putra tir

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status