"Menurutmu?" Monica berdecak dengan manja, lalu mundur sedikit dan menginjak sepatu kulit Matthew. "Waktu di luar negeri, kita masih bisa sering bersama. Setelah pulang, mau ketemu saja susah." Matthew yang biasanya terlihat dewasa tersenyum mesum dan mencengkeram dagu Monica. "Kamu mantan tunangan Samuel. Sekarang, kamu juga tinggal di rumahnya. Apa kamu nggak takut dilihat orang?" Monica terpaksa menengadahkan kepalanya, lalu tersenyum sinis. "Waktu aku masih tunangannya dulu, kamu juga berani merayuku. Sekarang, kamu malah takut? Kalau kelihatan orang, kamu nikahi saja aku dan ceraikan istrimu sekarang."Napas Matthew menyapu leher Monica. "Asal kamu membantuku menyingkirkan Samuel dari Grup Wiratama, aku akan langsung menikahimu.""Matthew, perasaan dan keuntungan itu beda. Jangan mencampuradukkan keduanya. Aku nggak akan bantu siapa pun sampai kamu cerai." Monica memutar tubuhnya, lalu mencoba melepaskan diri dari pelukan Matthew. Namun, Matthew malah menekannya hingga punggung
Read more