Nadia berjongkok dan mencoba meraih tangan Yudha, tetapi Yudha tiba-tiba menepisnya. Dia memaksakan senyum dan berujar, "Kak Yudha, jangan begitu. Aku juga mengandung anakmu.""Apa yang kamu tahu!" Yudha tiba-tiba berdiri dengan marah. Matanya merah padam. "Grup Lorandi punya 40% saham perusahaan. Semua pinjaman bank juga dijamin dengan aset Windy!"Wajah Nadia langsung pucat, "A ... apa maksudmu?""Tanpa Windy, aku bukan apa-apa."Ketika meneriakkan kata-kata itu, Yudha sendiri juga terkejut. Dia teringat tahun ketika dia baru menerima investasi dari Grup Lorandi dan mabuk berat di pesta perayaan. Windy menggantikannya minum, lalu seorang rekan bisnis bercanda, "Pak Yudha beruntung banget. Setelah menikahi Bu Windy, kamu setidaknya bisa hemat kerja keras 20 tahun."Yudha melihat wajah Windy langsung berubah dingin. Dia mengumumkan kepada semua orang di dalam ruangan bahwa Yudha mengamankan investasi tersebut melalui kemampuannya sendiri.Ketika Yudha pulang larut malam dan muntah heba
Read more