Pagi itu, Qaiyara bangun lebih awal dari biasanya. Dengan semangat pagi yang membara, ia melangkah ke dapur. Hari ini, ia punya misi baru, membuat sarapan untuk Sagara. Tapi tentu saja, ini bukan sarapan biasa. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menggoda suaminya, berharap membuatnya risih lagi.Di dapur, Qaiyara mengenakan celemek dengan desain bunga-bunga. Rambutnya yang panjang diikat asal-asalan, memberi kesan ceroboh yang justru terlihat manis. Ia mengeluarkan bahan-bahan dari lemari, telur, keju, roti, dan beberapa sayuran."Oke, Qai! Fokus! Ini cuma telur dadar, nggak mungkin gagal," gumamnya sambil meraih panci.Namun, seperti yang bisa diduga, ketenangan itu tak bertahan lama. Telur pertama yang ia pecahkan jatuh ke lantai. Telur kedua berhasil masuk ke mangkuk, tapi kulitnya ikut masuk. Qaiyara mengeluarkan kulit telur itu dengan garpu, membuat cucian piring kotor makin bertambah.Di kamar, Sagara yang baru bangun mengusap wajahnya perlahan. Ia mencium aroma sesuatu
آخر تحديث : 2026-02-09 اقرأ المزيد